Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Resiko Usaha Agen BRILink yang Bikin Pusing

Resiko menjadi agen BRIlink mudah rugi mulai dari uang palsu, uang rusak, transaksi gagal tetapi uang terdebet, komplain nasabah, fee yang dipotong 50% dari BRI, hingga denda pinalti jika target tidak tercapai.

Resiko Jadi Agen BRILink

Semua usaha sudah pasti memiliki resiko, namun resiko tersebut Ada yang besar dan Ada yang Kecil. Selain itu resiko juga Ada yang bisa di atasi dan Ada yang tidak. Hal ini tergantung pada pelaku usaha itu sendiri.

Resiko usaha yang besar dan tidak dapat di atasi maka yang terjadi adalah bangkrut atau gulung tikar. Untuk itu, bagi anda yang akan menjalan usaha menjadi Agen BRILink labih baik anda memahami resikonya agar dampak nya dapat di minimaliair.
Keuntungan yang di dapat menjadi agen BRILink adalah dari biaya admin setiap transaksi seperti tarik tunai, transfer dan sector tunai. Besaran biaya admin tersebut tergantung pada jumlah transaksi. Berikut beberapa resiko menjadi agen BRILink

1. Resiko Uang Palsu

Peredaran uang palsu ini sangat marak sekali terjadi, apalagi bagi kita yang orang awam maka ini menjadi kesempatan bagi mereka yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan transaksi menggunakan uang palsu.

Labih parahnya lagi jika orang yang melakukan transaksi tersebut adalah orang yang tidak anda kenal maka yang akan anda alami adalah kerugian.

Solusi dari resiko ini adalah anda harus menggunakan alat pendeteksi uang palsu untuk mengantisipasi kerugian

2. Resiko Uang Rusak

Bukan rahasia umum lagi, bahwa melakukan transaksi menggunakan uang rusak juga banyak dilakukan baik di sengaja ataupun tidak.

Transaksi menggunakan uang rusak juga sering di alami kebanyakan pedagang karena tidak di cek terlebihdahulu. Untuk itu, sebalum transaksi dimulai maka anda harus cek semua lembar uang yang diberikan. Karena jika transaksi sudah dilakukan uang yang rusak akan menjadi resiko anda.

3. Resiko Denda Pinalti

Resiko ini bisa anda alami ketika anda tidak mencapai target transaksi per bulan. Biasanya minimal transaksi di tetapkan minimal 200. Sehingga jika target tersebut tidak tercapai maka anda akan di kenakan denda pinalti.

Besaran denda pinalti ini adalah Rp 1.000 dikalikan dengan kekurangan transaksi. Misalnya anda hanya mencapai 100 transaksi, berarti kekurangan nya adalah 100 maka 100 x Rp 1.000 = Rp 100.000

4. Resiko Komplain Nasabah

Cara mengatasi resiko ini adalah anda harus bersabar. Dan biasanya nasabah akan komplain ketika transaksi masih belum berhasil sedangkan uang Sudah diserahkan.

Banyak sekali transaksi yang bisa saja gagal seperti transfer, Isi pulsa dan token. Jadi anda harus bersabar ya....

5. Resiko Transaksi Gagal Namun Saldo Terdebit

Ini adalah resiko yang paling menyebalkan bagi agen BRILink, apalagi mereka yang hanya memiliki modal sedikit atau saldo sedikit sehingga tidak dapat melakukan transaksi lagi.

Penyebab dari resiko ini adalah karena cuaca atau sistem bank yang sedang gangguan. Cara mengatasi resiko ini adalah dengan mendagangi bank langsung, namun tidak bisa langsung karena membutuhkan waktu 14 hari kerja, baru uang anda bisa kembali.