Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Orang Kaya dan Orang Miskin Dalam Menggunakan Uang

Lebkur.com - Orang kaya dan orang miskin tentu sangat berbeda sekali dalam menggunakan uang. Dari uang yang dihasilkan juga sangat terlihat perbedaannya. Sebagai wawasan saja, kami coba bandingkan perbedaan orang kaya dan miskin. Berikut perbedaan tersebut

Pertama, orang kaya membeli aset sedangkan orang miskin membeli liability. Nah, banyak orang kaya ketika mendapatkan penghasilan dia akan membeli aset, aset juga banyak jenisnya seperti tanah, rumah dan lain sebagainya. Mobilpun sebenarnya termasuk aset dan akan menjadi aset ketika mobil itu dijadikan karya atau dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan. Misalnya saja mobil disewakan, atau anda memiliki rumah dua maka yang satunya dapat dikontrakkan.

Sedangkan orang miskin akan membeli liability. Misalnya ketika dia sudah membeli barang meskipun dengan kredit atau cicilan beberapa bulan atau tahun dia akan membeli banyak, dan ketika dijual kembali harganya akan turun. Dan uang itu akan semakin lama akan semakin mengecil, jadi intinya uang itu tidak berkembang.

Kedua, orang kaya menabung dulu sedangkan orang miskin menghabiskan seluruh gaji. Orang kaya itu pasti pertama kali ketika ia mendapatkan gaji maka yang dilakukan adalah save money terlebihdahulu, ketika kebutuhannya sudah tercukupi maka pasti ada sisa untuk ditabung. Sebenarnya menjadi orang kaya itu penting, namun terlihat kaya itu tidak penting. Jadi ketika ingin terlihat kaya, maka ia akan menghabiskan seluruh gaji untuk gaya hidup, dan bahkan tidak cukup dan malah berhutang.

Ketiga, orang kaya itu mencicil untuk menghasilkan income yang produktif
Jadi mencicil untuk investasi. Contohnya mencicil rumah jika memang rumah itu akan mengasilkan selain itu juga mencicil apartemen, nanti apartemn itu dapat dijadikan peluang usaha atau nantinya akan disewakan.  Sedangkan orang miskin, mencicl sesuatu yang tidak menghasilkan, misalnya mencicil hp dan mencicil segala sesuatu yang tidak ada habisnya

Keempat, orang kaya dapat menunda kesenangan. Misalnya saja ketika orang kaya membeli jam tangan, ketika membeli jam yang mahal orang kaya tidak berfikir untuk gaya namun dia berfikir tentang nilai investasinya.  Bisa saja ketika membeli jam pertama kali dengan harga 10 juta namun 5 tahun kemudian harganya menjadi 50 juta. Sedangkan orang miskin tidak bisa menunda kesenangan, yang ada menghambur-hamburkan uang untuk bersenang-senang dan membeli barang yang tidak ada nilai investasinya dan pada akhirnya terkena depresi.  Jadi belilah sesuatu yang memiliki nilai investasi.

Kelima, orang kaya membeli fungsi dan orang miskin membeli gengsi. Misalnya orang kaya membeli mobil, dia sudah tau apa fungsi mobil dan dapat menghasilkan seperti yang sudah dijelaskan di atas, mobil dapat disewakan. Nah, hasil sewaan ini dapat menutupi atau dapat membayar pajak tahunan, kemudian  ongkos serivis atau ganti oli juga dapat tertutupi. Sedangkan membeli gengsi adalah anda menggunakan uang  kebutuhan untuk membeli barang-barang yang tidak perlu sehingga gaji yang anda dapat di awal bulan akan minus, buruknya lagi ketika uang sudah minus anda tetap saja melakukan cicilan. (foto kompas.com)