Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Kesalahan Pengusaha Fotocopy Pemula yang Harus Dihindari

Usaha fotocopy merupakan salah satu usaha yang tidak ada matinya. Mengapa demikian? Karena setiap orang pasti akan membutuhkan yang namanya print, Fotocopy, cetak buku, cetak foto dan lain sebagainya. Apalagi jika lokasi usaha berada di dekat perkantoran atau perguruan tinggi, maka akan semakin tidak ada habisnya yang namanya print dan fotocopy.

Untuk menjalankan usaha fotocopy tentunya membutuhkan kejelian khusus untuk melihat peluang agar usaha fotocopy ini nanti dapat berjalan dengan lancar dan tentunya sesuai dengan harapan. Menjalankan usaha fotocopy tidak semudah yang dibayangkan masyarakat karena kemungkinan kesalahan dalam melakukan sesuatu maka akan menyebabkan kerugian.

Hal yang paling berpengaruh terhadap usaha fotocopy adalah jaringan listrik dan kondisi mesin. Jaringan listrik ini sangat berpengaruh karena jika listrik mati maka usaha fotocopy juga tidak bisa berjalan dan kemungkinan besar jika terlalu sering mati lampu maka mesin fotocopy akan mengalami kerusakan.
 

Dabalik suksesnya usaha fotocopy ini tentu karena konsisten dalam menjalankannya. Namun bagi anda yang akan menjalankan usaha fotocopy khususnya bagi pemula, maka perhatikan hal berikut karena hal inilah yang akan menyebabkan usaha anda gagal. Jadi jangan sampai anda lakukan ini.

1. Pemilihan Lokasi Yang Salah

Lokasi memang menjadi penentu setiap usaha, namun ada usaha yang tidak harus berlokasi strategis asalkan pemasarannya luas seperti jualan online. Nah, khusus untuk usaha fotocopy ini anda harus mencari lokasi yang banyak orang berlalu-lalang seperti di daerah perkantoran, sekolah dan perguruan tinggi. Perlu anda ingat bahwa lokasi menjadi penentu berkembang atau tidaknya usaha fotocopy yang anda jalankan.

2. Kredit/Sewa Mesin Fotocopy

Jangan memaksakan diri untuk memulai usaha fotocopy jika mesinnya anda dapatkan dari kredit, hal ini sangat salah jika anda seorang pemula karena anda belum tau tentang seluk beluk usaha ini. Misalkan anda kredit mesin fotocopy yang mana anda belum tau besaran hasil yang akan didapatkan sedangkan anda harus membayar cicilan setiap bulan, bayar karyawan, listrik dan lain sebagainya. Jika anda lakukan maka siap-siap usaha anda akan gagal alias gulung tikar.

3. Jangan Memaksakan Menggunakan Mesin Fotocopy Baru

Pasti anda berfikir bahwa jika membeli mesin fotocopy bekas maka akan sering mengalami kerusakan atau baru dipakai beberapa bulan nanti malah rusak. Perlu diingat juga bahwa mesin fotocopy baru pun akan mengalami kerusakan setidaknya 1 tahun pemakaian. Jadi jika anda memberi yang bekas tapi kondisi mesin masih oke tidak masalah karena dengan membeli bekas setidaknya anda dapat menghemat biaya.

4. Salah pilih Tipe Mesin Fotocopy

Hal ini harus anda hindari ketika akan memulai usaha fotocopy, karena banyak pemula yang belum paham tentang mesin yang cocok untuk usaha. Ada beberapa tips agar anda tidak salah pilih yaitu, hindari memilih mesin printer kecil atau multifungsi karena jika untuk usaha maka printer kecil akan lebih cepat rusak, hal ini karena banyaknya yang harus di print.

Tips kedua adalah jangan menggunakan mesin manual karena akan kesusahan mencari sparepartnya jika kemudian hari mesin mengalami kendala. Dan yang terakhir adalah hindari menggunakan merek mesin fotocopy yang jarang digunakan untuk usaha, apalagi bagi pemula hal ini sangatlah penting, di Indonesia banyak sekali merek mesin fotocopy oleh sebab itu cermat lah dalam memilih merek, pilihlah merek yang umum digunakan untuk usaha biasanya Canon dan Fuji Xerox.

5. Menggabungkan Usaha Fotocopy Dengan Usaha Lain

Adanya usaha lain ketika anda menjalankan usaha fotocopy sebenarnya tidak masalah asalkan ada korelasinya dan tidak membutuhkan perhatian ekstra juga. Misalnya yang tidak ada korelasinya adalah usaha fotocopy digabung dengan usaha laundry atau usaha jilbab. Penggabungan usaha yang salah maka akan menyebabkan anda tidak fokus apalagi anda adalah pengusaha pemula.